Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh tingkat kemiskinan dan rata-rata lama sekolah (RLS) terhadap pertumbuhan ekonomi di 6 provinsi di Pulau Jawa periode 20202024. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS), penelitian ini menerapkan uji T setelah memastikan terpenuhinya asumsi klasik (normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan autokorelasi). Hasil uji t menunjukkan bahwa tingkat kemiskinan berpengaruh negatif signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi (β = –0,571; p = 0,015 < 0,05), sedangkan RLS tidak berpengaruh signifikan (β = –0,279; p = 0,216 > 0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa kemiskinan tetap menjadi hambatan struktural utama bagi pertumbuhan, sementara peningkatan durasi sekolah belum mampu bertransformasi menjadi peningkatan produktivitas karena adanya quality-quantity gap, learning loss pasca pandemi, dan mismatch antara keterampilan lulusan dengan kebutuhan ekonomi daerah. Implikasi kebijakan menekankan perlunya integrasi antara program pengentasan kemiskinan, reformasi kualitas pendidikan, dan penguatan ekosistem vokasi digital untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Kata kunci : kemiskinan, rata-rata lama sekolah, pertumbuhan ekonomi, Pulau Jawa
Copyrights © 2026