persepsi kemanfaatan terhadap minat penggunaan aplikasi dompet digital pada pelaku UMKM di kawasan Taman Saparua, Bandung. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif desain eksplanatori, pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner terstruktur dengan teknik sampling jenuh yang menghasilkan 50 pelaku UMKM sebagai responden. Analisis data dilakukan menggunakan analisis Regresi Linear Berganda melalui software IBM SPSS 25. Hasil penelitian pada uji t parsial menunjukkan bahwa persepsi kemudahan memiliki koefisien regresi sebesar 0,023 dengan nilai signifikansi 0,843 (> 0,05), yang berarti tidak berpengaruh signifikan terhadap minat penggunaan aplikasi. Sebaliknya, persepsi kemanfaatan memiliki koefisien regresi sebesar 0,727 dengan nilai signifikansi 0,000 (< 0,05), yang menunjukkan pengaruh positif dan signifikan secara statistik terhadap minat penggunaan. Secara simultan, hasil uji F (F = 27,875, p = 0,000) mengonfirmasi bahwa kedua variabel independen bersama-sama memengaruhi minat penggunaan dompet digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa minat pelaku UMKM dalam mengadopsi fintech di lingkungan semi-formal dengan mobilitas tinggi lebih didorong oleh nilai manfaat ekonomi dan operasional yang nyata (persepsi kemanfaatan) alih-alih sekadar kemudahan teknis, sebagai bentuk strategi bertahan hidup (survival strategy) di tengah tuntutan pasar era digital. Kata kunci : Technology Acceptance Model, Persepsi Kemudahan, Persepsi Kemanfaatan, Minat Penggunaan, UMKM.
Copyrights © 2026