Kelurahan Nunyai di Kota Bandar Lampung merupakan wilayah dengan tingkat kerawanan banjir yang cukup tinggi, ditandai oleh kejadian banjir berulang pada tahun 2023 hingga awal 2025 berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kerawanan banjir secara spasial serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kejadian banjir di Kelurahan Nunyai. Metode yang digunakan adalah Frequency Ratio (FR) berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) dan penginderaan jauh dengan memanfaatkan data foto udara resolusi tinggi, Digital Elevation Model (DEM), data curah hujan, serta data titik kejadian banjir. Parameter yang dianalisis meliputi kemiringan lereng, ketinggian, kepadatan drainase, jarak terhadap sungai, curah hujan, Topographic Wetness Index (TWI), dan penggunaan lahan yang diperoleh melalui klasifikasi foto udara menggunakan metode Maximum Likelihood Classification (MLC). Validasi peta kerawanan banjir dilakukan menggunakan 50 titik observasi lapangan dan menunjukkan tingkat keakuratan yang baik. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah Kelurahan Nunyai tergolong rawan hingga sangat rawan banjir, terutama pada bagian tengah dan timur wilayah penelitian. Daerah dengan tingkat kerawanan sangat tinggi berada di RT 04 LK I, RT 05 LK I, dan RT 06 LK I, sedangkan wilayah yang tidak rawan banjir terdapat di RT 09 hingga RT 13 LK I serta RT 08 LK II. Tingginya kerawanan banjir dipengaruhi oleh topografi relatif datar, elevasi rendah, kepadatan permukiman, dan sistem drainase yang belum berfungsi optimal. Kata kunci: Banjir, Frequency Ratio, Kelurahan Nunyai, Penginderaan Jauh, SIG
Copyrights © 2026