Rusia memanfaatkan sektor energi khususnya gas alam dan minyak bumi sebagai alat tekanan politik dalam konflik dengan Ukraina, menjadikan energi bukan sekadar komoditas ekonomi, tetapi juga senjata geopolitik. Dengan menggunakan perspektif neorealisme, penelitian ini menelaah bagaimana Moskow mengubah dominasinya sebagai pemasok utama energi untuk menekan dan memengaruhi kebijakan negara-negara Eropa yang selama ini sangat bergantung pada pasokan energi Rusia. Kajian ini mengulas data impor energi Eropa, pola manipulasi pasokan dan mekanisme pembayaran oleh Rusia. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa meskipun tingkat ketergantungan terhadap energi Rusia mulai menurun, tekanan jangka pendek terhadap harga energi, stabilitas politik, dan keamanan pasokan masih signifikan. Penelitian ini menekankan pentingnya pembentukan sistem energi yang lebih tangguh serta pembaruan tata hubungan geopolitik global yang mengakui energi sebagai instrumen strategis kekuasaan.
Copyrights © 2026