Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan kebijakan strategis pemerintah dalam rangka peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui intervensi gizi bagi peserta didik. Namun, implementasi program ini di daerah menghadapi berbagai tantangan, khususnya dalam aspek pengawasan publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan pengawasan publik terhadap pelaksanaan Program MBG di Kabupaten Pandeglang serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas pengawasan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi pada sekolah dasar negeri, perangkat daerah, serta komite sekolah. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan pengawasan publik meliputi keterbatasan transparansi anggaran, rendahnya partisipasi masyarakat, lemahnya koordinasi antar-instansi, serta belum optimalnya mekanisme pengaduan publik. Penelitian ini merekomendasikan penguatan sistem transparansi digital, peningkatan literasi pengawasan masyarakat, serta integrasi pengawasan internal dan eksternal untuk mewujudkan tata kelola program yang akuntabel dan responsif.
Copyrights © 2026