Rumah Sakit Bhayangkara menerapkan sistem teknologi informasi komunikasi yang berfungsi guna memproses serta mengintegrasikan secara keseluruhan mengenai alur pelayanan rumah sakit yang dikenal sebagai Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS). Pada Rumah Sakit Bhayangkara penggunaan sistem tersebut kurang berjalan secara maksimal karena terdapat ketidaklengkapan data pada rawat jalan sebesar 14% dan ketidaklengkapan data rawat inap 77%. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerimaan sistem informasi manajemen rumah sakit dengan menerapkan metode Technoloogy Acceptance Model (TAM) di rumah sakit Bhayangkara. Jenis penelitian ini yaitu kualitatif dengan proses pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dokumentasi, Urgency, Seriousness Growth (USG) dan brainstorming. Hasil penelitian menunjukkan terdapat kendala yakni petugas tidak mengetahui adanya modul yang menyebabkan kesulitan saat terjadi error. Kurang stabilnya internet yang digunakan dan terdapat ketidaklengkapan data yang diinputkan pada SIMRS. Saran yang dapat diberikan adalah petugas TI melakukan penambahan server agar penggunaan SIMRS menjadi maksimal, membuat pembagian tugas terhadap pengguna SIMRS terkait kewajiban pengisian SIMRS agar informasi yang dihasilkan dapat relevan dan akurat, dilakukan sosialisasi kembali terkait pengadaan manual book agar pengguna mengetahui adanya buku panduan sehingga dapat memudahkan dalam implementasi SIMRS.
Copyrights © 2024