RSUD Lahat telah menggunakan SIMRS sejak 2013, namun masih ada kendala seperti SDM yang tidak mampu mengoperasikan SIMRS, ketidakpatuhan petugas dalam entry data, serta diagnosis dan tindakan yang tidak tercatat. Pada 2023, diagnosis pasien rawat inap yang tidak terinput di SIMRS mencapai 11,93%. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerimaan SIMRS dengan metode Technology Acceptance Model (TAM) yang dimodifikasi. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional menggunakan uji Spearman Rank. Sampel berjumlah 37 orang, dan data dikumpulkan melalui kuesioner. Hasilnya, variabel kemudahan mendapat persentase 62,2%, kebermanfaatan 78,4%, dan penerimaan SIMRS 64,9%. Terdapat hubungan signifikan persepsi kemudahan pengguna dan persepsi kebermanfaatan (koefisien 0.810, p-value 0.000), antara persepsi kebermanfaatan dan persepsi penerimaan pengguna teknologi (koefisien 0.753, p-value 0.000), serta antara persepsi kemudahan pengguna dan persepsi penerimaan pengguna teknologi (koefisien 0.900, p-value 0.000). Saran penelitian ini adalah rumah sakit perlu mengevaluasi SIMRS setiap triwulan, mengadakan pelatihan dan sosialisasi terkait SIMRS, serta menyusun dan mendistribusikan buku pedoman ke setiap ruangan.
Copyrights © 2024