Ikan asin jambal roti berasal dari ikan lele (Arius thallasinus) yang merupakan salah satu jenis ikan asin yang terkenal di Indonesia. Istilah jambal roti digunakan karena memiliki tekstur daging yang mudah pecah setelah digoreng seperti roti panggang. Tingginya permintaan ikan asin jambal roti memaksa beberapa produsen melakukan berbagai cara agar ikan asinnya bisa bertahan lebih lama, salah satunya dengan menggunakan formalin. Saponin merupakan senyawa aktif yang dapat mengikat formalin pada ikan asin jambal roti. Senyawa aktif ini dapat ditemukan pada kulit jeruk Pacitan (Citrus sinensis). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian konsentrasi kulit jeruk pacitan terhadap penurunan kadar formalin pada ikan asin jambal roti. Jenis penelitian ini adalah metode eksperimen. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 25 sampel dengan 5 kali pengulangan. Perlakuan penelitian ini adalah konsentrasi 0%, 0,5%, 1%; 1,5%, dan 2%. Hasil penelitian menunjukkan formalin tertinggi pada konsentrasi 0% sebanyak 626,5 mg/L dan konsentrasi 2% paling efektif dengan rata-rata rendemen sebesar 402,4 mg/L. Dari hasil penelitian diketahui hasil uji normalitas berdistribusi normal dan hasil uji ANOVA sig = < 0,001 dimana sig < 0,05. Hipotesis alternatif (H1) diterima. Kesimpulannya terdapat pengaruh pemberian konsentrasi kulit jeruk pacitan terhadap penurunan kadar formalin pada ikan asin jambal roti. Tes Tukey dilanjutkan untuk menentukan pengobatan yang paling efektif.
Copyrights © 2026