Pemeriksaan Prothrombin Time (PT) dan Activated Partial Thromboplastin Time (APTT) merupakan pemeriksaan koagulasi yang penting dalam menegakkan diagnosis serta menentukan penatalaksanaan gangguan perdarahan. Dalam praktik laboratorium, keterbatasan sumber daya manusia dan alat sering menyebabkan keterlambatan pemeriksaan, sehingga sampel plasma sitrat harus disimpan sebelum dianalisis. Lama penyimpanan sampel berpotensi memengaruhi stabilitas faktor koagulasi dan keakuratan hasil pemeriksaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama penyimpanan sampel plasma sitrat terhadap hasil pemeriksaan PT dan APTT. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan perlakuan berdasarkan variasi lama penyimpanan. Sampel yang digunakan adalah plasma sitrat sebanyak 6 sampel. Pemeriksaan PT dan APTT dilakukan pada waktu penyimpanan 0 jam, 2 jam, 4 jam, dan 8 jam. Data diperoleh melalui pemeriksaan laboratorium dan dianalisis secara statistik menggunakan uji ANOVA untuk mengetahui perbedaan antar kelompok waktu penyimpanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai PT pada penyimpanan 0 jam, 2 jam, 4 jam, dan 8 jam berturut-turut adalah 14,17 detik; 12,17 detik; 14,83 detik; dan 31,43 detik. Sementara itu, rata-rata nilai APTT pada penyimpanan 0 jam, 2 jam, 4 jam, dan 8 jam berturut-turut adalah 27,00 detik; 26,83 detik; 20,17 detik; dan 18,17 detik. Analisis statistik menunjukkan bahwa lama penyimpanan plasma sitrat memberikan pengaruh yang bermakna terhadap hasil pemeriksaan PT dan APTT. Lama penyimpanan sampel plasma sitrat berpengaruh signifikan terhadap nilai PT dan APTT. Penundaan pemeriksaan dapat menyebabkan perubahan hasil yang berpotensi menimbulkan kesalahan interpretasi klinis. Oleh karena itu, pemeriksaan PT dan APTT disarankan dilakukan sesegera mungkin atau sesuai dengan batas waktu penyimpanan yang direkomendasikan.
Copyrights © 2026