RSUP Dr. Kariadi Semarang telah menggunakan SIMRS sejak 2005 untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan. Namun, masih ditemukan kendala seperti error saat grouping, tidak tersedianya informasi selisih iur biaya naik kelas, belum terintegrasinya Sertifikat Medis Penyebab Kematian (SMPK), tampilan yang membingungkan antara simulasi dan final grouping, serta pencampuran kode ICD 2010 dengan INA-Grouper. Penelitian ini bertujuan menganalisis kepuasan pengguna akhir SIMRS menggunakan metode End User Computing Satisfaction (EUCS). Penelitian kuantitatif deskriptif ini melibatkan 37 responden dengan kuesioner berdasarkan lima aspek EUCS: content, accuracy, format, ease of use, dan timeliness. Hasil menunjukkan sebagian besar responden memiliki harapan tinggi terhadap SIMRS, terutama pada aspek content (56,76%) dan accuracy (54,05%). Kenyataan menunjukkan ease of use dan timeliness dinilai sesuai oleh 86,49% responden. Tingkat kepuasan tertinggi terdapat pada ease of use (59,46%) dan format (56,76%), sementara ketidakpuasan tertinggi pada content dan timeliness (51,35%). Disarankan agar rumah sakit menambahkan fitur selisih biaya otomatis, integrasi SMPK, standar kodefikasi ICD nasional, pembaruan tampilan sistem, dan menu bantuan.
Copyrights © 2025