Paparan sinar UV dapat menyebabkan kerusakan kulit, sehingga pengembangan senyawa anti-UV menjadi penting. Kuersetin dan turunannya merupakan kandidat potensial karena aktivitas fotoprotektifnya. Penelitian ini memodifikasi struktur kuersetin melalui substitusi gugus hidroksil dengan gugus metoksi untuk meningkatkan sifat penyerapan UV. Penelitian ini mengkaji tiga turunan kuersetin tersubstitusi metoksi ganda pada C8 dan C14 yang divariasi dengan menambahkan substitusi metoksi tunggal pada posisi C1 (DMQ2m), C6 (DMQ3m), dan C15 (DMQ4m) menggunakan metode Density Functional Theory (DFT) dan Time-Dependent DFT (TD-DFT) dengan basis set B3LYP/def2-SVP. Parameter yang dianalisis meliputi geometri molekul, momen dipol, energi celah HOMO-LUMO, dan spektrum UV-Vis. Hasil menunjukkan bahwa substitusi metoksi meningkatkan momen dipol seluruh turunan dibandingkan nDMQ (4,208 D). DMQ2m memiliki energi celah paling rendah (3,747 eV) dan puncak absorpsi paling panjang (343 nm), diikuti DMQ3m (4,063 eV; 321 nm) dan DMQ4m (4,074 eV; 318 nm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa turunan kuersetin termodifikasi dengan substitusi metoksi pada posisi C3, C5, C7, dan C4' (DMQ2m) memiliki potensinya sebagai senyawa anti-UV.
Copyrights © 2026