Studi ini mengembangkan model matematis pada sistem distribusi jeruk dual channel. Pemodelan matematis digunakan untuk menggambarkan interaksi antarvariabel dalam sistem serta mengoptimalkan keputusan distribusi dan pengelolaan limbah secara simultan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif melalui pemodelan Multi-Objective Linear Programming (MOLP) yang bertujuan mengoptimalkan dua fungsi, yaitu keuntungan ekonomi dan pengurangan limbah. Modelnya mencakup dua saluran distribusi (tengkulak dan wisata petik) serta aliran balik berupa pengolahan limbah menjadi kompos. Untuk memperoleh solusi tunggal, digunakan Metode Penjumlahan Tertimbang yang menggabungkan kedua fungsi tujuan. Hasil optimasi menunjukkan bahwa seluruh distribusi dialokasikan ke saluran wisata petik sebesar 40.000 kg karena memberikan keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan tengkulak. Limbah yang dihasilkan sebesar 6.000 kg, dengan 4.000 kg dimanfaatkan menjadi kompos dan 2.000 kg pembuangan, sehingga menunjukkan adanya upaya minimalisasi limbah dalam sistem. Hasil ini juga mengindikasikan bahwa model mampu memberikan solusi yang konsisten dan rasional sesuai dengan parameter struktur yang digunakan. Implikasi studi ini menunjukkan bahwa model yang dikembangkan dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan dalam menentukan strategi distribusi dan pengelolaan limbah yang lebih efisien. Studi pengembangan selanjutnya dapat dilakukan dengan mempertimbangkan permintaan, variasi harga, serta penggunaan metode optimasi multiobjektif lainnya untuk memperoleh solusi yang lebih kuat.
Copyrights © 2026