Perkembangan e-commerce mendorong peningkatan aktivitas Last Mile Delivery, khususnya pada sistem pembayaran Cash On Delivery (COD) yang memiliki tingkat risiko tinggi bagi kurir. Studi ini bertujuan untuk membangun model simulasi guna menganalisis risiko kurir serta mengevaluasi dampak kebijakan Re-attempt Delivery dalam pengiriman COD. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan simulasi System Dynamics. Data diperoleh melalui observasi dan wawancara selama periode September 2025 hingga Februari 2026. Model dikembangkan menggunakan Causal Loop Diagram dan Stock Flow Diagram, kemudian disimulasikan dalam dua skenario, yaitu tanpa dan dengan penerapan Re-attempt Delivery. Hasil simulasi menunjukkan bahwa peningkatan volume pengiriman COD menyebabkan kenaikan jumlah paket bermasalah. Pada skenario tanpa kebijakan, paket bermasalah meningkat signifikan. Sementara itu, penerapan Re-attempt Delivery mampu menurunkan jumlah paket bermasalah, dari 9.570 menjadi 6.699 pada awal periode dan dari 20.440 menjadi 14.308 pada akhir periode simulasi. Selain itu, jumlah paket yang berhasil dikirim ulang bisa meningkat secara konsisten.
Copyrights © 2026