Kasus murtad yang terjadi di pedalaman Dayak Meratus Kecamatan Paramasan Kabupaten Banjar cukup meningkat sehingga menjadi perhatian Yayasan Dangsanak Kita untuk melakukan kegiatan atau gerakan dakwah disana untuk mencegah bertambahnya kasus murtad. Gerakan dakwah yang dilakukan Yayasan Dangsanak Kita menggunakan pendekatan komunikasi persuasif. Proses pendekatan dakwah dilakukan melalui komunikasi persuasif dengan berorientasi pada pembentukan keyakinan, sikap, perilaku serta kegiatan-kegiatan yang secara nyata dan interaktif. Sehingga dapat mengarahkan masyarakat terhadap kebutuhannya, serta secara langsung dan tidak langsung dapat mempengaruhi peningkatan keberagamaan masyarakat mualaf. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gerakan dakwah yang dilakukan Yayasan Dangsanak Kita dan bagaimana perencanaan dan pentahapan komunikasi persuasif dalam gerakan dakwah yang dilakukan Yayasan Dangsanak Kita di Kecamatan Paramasan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif analisis dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik pengolahan dan analisis data dilakukan dengan tiga langkah, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan serta verifikasi. Hasil dalam penelitian ini yaitu gerakan dakwah yang dilakukan Yayasan Dangsanak Kita ada tiga bentuk yaitu kegiatan organisasi yang terdiri dari kegiatan dakwah multiaspek, kegiatan sosial, kesehatan dan pendidikan, kegiatan kaderisasi dan kegiatan penyebaran dai atau pendekatan misi. Dalam penelitian ini Yayasan Dangsanak Kita menggunakan media lisan dan menggunakan teknik asosiasi, integrasi dan tataan. Terakhir, Pentahapan komunikasi persuasif dalam gerakan dakwah yang dilakukan Yayasan Dangsaanak Kita. Pada tahap ini Yayasan Dangsanak Kita menggunakan Formula AIDDA dari Effendy yaitu Attention, Interest, Desire, Decision and Action
Copyrights © 2026