Penelitian ini bertujuan menganalisis konvergensi media yang dilakukan Majalah Tebuireng dalam membangun ekosistem dakwah modern di era digital. Perkembangan teknologi komunikasi mendorong media pesantren untuk bertransformasi dari media cetak menuju media multiplatform dengan memanfaatkan berbagai media sosial seperti Instagram, YouTube, dan platform digital lainnya. Transformasi tersebut dilakukan sebagai upaya mempertahankan eksistensi dakwah dan literasi pesantren di tengah perubahan pola konsumsi informasi masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi konten Majalah Tebuireng. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konvergensi media dilakukan sebagai bentuk adaptasi terhadap perkembangan literasi digital masyarakat pesantren. Pemanfaatan platform digital membantu Majalah Tebuireng memperluas jangkauan dakwah hingga ke tingkat internasional serta meningkatkan akses masyarakat terhadap konten literasi pesantren. Selain itu, konvergensi media juga memperkuat interaksi dakwah melalui distribusi informasi yang lebih cepat dan fleksibel. Namun, penelitian ini menemukan bahwa transformasi ke media sosial menghadirkan tantangan terhadap kualitas dan kedalaman konten dakwah karena tuntutan produksi konten yang singkat dan intensif. Oleh sebab itu, Majalah Tebuireng berupaya menjaga keseimbangan antara kedalaman literasi media cetak dengan kecepatan distribusi media digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konvergensi media menjadi strategi penting bagi media pesantren dalam membangun ekosistem dakwah modern yang adaptif terhadap perkembangan teknologi komunikasi tanpa meninggalkan nilai-nilai literasi dan dakwah pesantren.
Copyrights © 2026