Masalah umum pada proses pencetakan 3D printer adalah gangguan listrik mendadak dan suhu nozzle yang tidak stabil, yang dapat menyebabkan kegagalan cetak serta menurunkan kualitas produk. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengintegrasikan sistem autoresume serta sensor suhu berbasis thermistor pada mesin 3D printer Double Vertical Frame guna meningkatkan kontinuitas dan mutu hasil cetak. Metode yang digunakan adalah Research and Development (RD) melalui tahap observasi, studi literatur, perancangan sistem, pengujian, dan analisis data. Pengujian dilakukan pada tiga skenario gangguan daya (10, 15, dan 30 menit) dan tiga variasi suhu nozzle (190 °C, 210 °C, dan 260 °C) menggunakan filamen PLA. Hasil menunjukkan sistem autoresume mampu melanjutkan proses pencetakan secara otomatis dengan hasil stabil. Suhu 210 °C menghasilkan cetakan terbaik, sedangkan suhu 190 °C menunjukkan lemahnya adhesi lapisan, dan 260 °C menyebabkan over-extrusion serta ketidaksesuaian dimensi. Sistem ini terbukti meningkatkan efisiensi pencetakan serta meminimalkan risiko kegagalan akibat gangguan eksternal.
Copyrights © 2026