Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial Usaha Kerupuk Pak Naman di Desa Padang Luas, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar. Usaha ini merupakan industri kecil yang memproduksi dan memasarkan berbagai jenis kerupuk lokal. Permasalahan utama yang dihadapi meliputi meningkatnya harga bahan baku, pencatatan keuangan yang belum sesuai standar, serta belum dilakukannya analisis keuangan secara komprehensif. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode studi kasus dan analisis data kuantitatif berdasarkan kriteria investasi, yaitu Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), dan Gross Benefit-Cost Ratio (Gross B/C). Proyeksi keuangan dilakukan selama 30 tahun (2024–2053) dengan asumsi tingkat inflasi sebesar 3,79% dan tingkat suku bunga sebesar 6%. Hasil analisis menunjukkan bahwa usaha ini layak dijalankan secara finansial dengan nilai NPV positif, nilai IRR lebih besar daripada tingkat suku bunga, dan nilai Gross B/C > 1. Analisis sensitivitas juga menunjukkan bahwa usaha ini tetap layak dijalankan meskipun terjadi kenaikan harga bahan baku atau penurunan produksi. Dengan demikian, Usaha Kerupuk Pak Naman dinilai layak untuk terus dikembangkan dari aspek finansial.
Copyrights © 2026