Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja fondasi tiang bor pada kondisi ketidaksempurnaan lubang pengeboran yang menyebabkan pengurangan kedalaman tiang dari 38 m menjadi 30 m. Penelitian ini dilakukan untuk memberikan evaluasi antara kapasitas aksial, kapasitas lateral, serta deformasi fondasi pada kondisi ketidaksempurnaan lubang pengeboran, sekaligus merekomendasikan langkah optimasi yang sesuai dengan kondisi lapangan. Analisis dilakukan terhadap kapasitas daya dukung aksial menggunakan metode Reese and Wright (1977), kapasitas daya dukung lateral menggunakan metode Broms (1964), serta deformasi berupa penurunan aksial dan defleksi lateral menggunakan pendekatan numerik berbasis kurva t–z dan p–y. Hasil analisis menunjukkan bahwa kapasitas daya dukung aksial menurun dari 1287,629 ton menjadi 1006,807 ton atau sebesar 21,81% akibat berkurangnya kontribusi tahanan selimut. Pada analisis lateral, diperoleh kapasitas ultimit sebesar 150,28 kN dengan metode analitis dan 161,4 kN dengan pendekatan numerik, yang menunjukkan bahwa pendekatan numerik memberikan hasil yang lebih rinci. Dari sisi deformasi, penurunan aksial meningkat dari 8 mm menjadi 14 mm, sedangkan defleksi lateral meningkat dari 56 mm menjadi 65 mm. Hasil tersebut menunjukkan bahwa ketidaksempurnaan lubang pengeboran berpengaruh signifikan terhadap penurunan kapasitas dan peningkatan deformasi fondasi. Oleh karena itu, diperlukan upaya optimasi berupa penambahan kedalaman tiang serta penggunaan casing permanen hingga ujung fondasi untuk memastikan kinerja fondasi tetap memenuhi persyaratan teknis.
Copyrights © 2026