Infrastruktur jalan memiliki peran penting dalam mendukung sistem transportasi, pertumbuhan ekonomi, dan mobilitas sosial; oleh karena itu, upaya peningkatan secara berkelanjutan diperlukan untuk menjaga kinerja jalan tetap optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan kinerja material agregat Moramo dan Sopura sebagai Lapis Pondasi Kelas A (LPK-A) pada konstruksi jalan di Sulawesi Tenggara. Pengujian laboratorium dilakukan untuk menilai karakteristik fisik, mekanik, gradasi, pemadatan, dan California Bearing Ratio (CBR) berdasarkan Spesifikasi Bina Marga 2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua material memenuhi persyaratan teknis untuk digunakan sebagai lapis pondasi atas, dengan agregat Moramo menunjukkan sifat fisik yang lebih baik yang ditunjukkan oleh nilai berat jenis lebih tinggi dan daya serap air lebih rendah, sedangkan agregat Sopura memiliki kekuatan mekanik yang lebih unggul dengan nilai keausan lebih rendah serta nilai CBR lebih tinggi pada tingkat pemadatan 95% dan 100%. Temuan ini mengindikasikan bahwa material Moramo lebih cocok digunakan pada area dengan tingkat kelembaban tinggi atau sebagai lapis pondasi bawah (subbase), sedangkan material Sopura lebih efektif digunakan pada ruas jalan dengan volume lalu lintas tinggi sebagai lapis pondasi atas karena memiliki daya dukung beban yang lebih besar.
Copyrights © 2026