Transportasi perkotaan berperan penting dalam mendukung mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi. Penelitian ini menganalisis karakteristik layanan angkutan kota di Kota Kendari dengan Studi Kasus Rute Jln H.E.A. Mokodompit–Pelabuhan Nusantara, menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif-komparatif melalui survey lalu lintas primer. Analisis dilakukan pada tiga periode waktu (pagi, siang, dan malam) selama tiga hari kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koridor Mandonga–Pelabuhan Nusantara merupakan pusat utama mobilitas angkutan kota dengan frekuensi >100 kendaraan/jam dan Headway <1 menit. Namun, proporsi angkot terhadap total kendaraan masih rendah (2–6%), menandakan dominasi kendaraan pribadi. Segmen Sao-Sao–Wua-Wua dan Pasar Baru–Sao-Sao memiliki frekuensi rendah dan Headway panjang, mencerminkan rendahnya aktivitas transportasi. Secara keseluruhan, terdapat ketimpangan spasial layanan, di mana aktivitas angkutan kota terpusat pada area ekonomi utama. Oleh karena itu, diperlukan optimalisasi frekuensi dan pemerataan jaringan rute untuk meningkatkan efisiensi serta aksesibilitas transportasi perkotaan di Kota Kendari.
Copyrights © 2026