Sungai mengalir dari hulu ke hilir dengan kecepatan yang meningkat pada tikungan dan penyempitan, yang menyebabkan erosi tebing. Untuk mencegah kerusakan lebih lanjut di Desa Mauya, dilakukan perkuatan tebing dengan bronjong. Penelitian ini mengevaluasi efektivitas perkuatan tebing dengan meninjau aspek hidraulikanya. Pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran langsung menggunakan pelampung dan Current Meter untuk memperoleh kecepatan horizontal dan vertikal. Metode satu titik digunakan pada semua cross section untuk analisis kecepatan vertikal, sedangkan metode tiga titik diterapkan di lokasi titik C pias T3, tempat perkuatan tebing dibangun. Pengukuran kecepatan horizontal dilakukan di lima titik secara simultan, dan debit sungai dianalisis menggunakan metode Mid Section Area. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa kecepatan horizontal dan vertikal pada kondisi normal masing-masing berkisar 0.3–0.8 m/detik dan 0.14–1.11 m/detik. Di titik C, kecepatan menurun signifikan menjadi 0.3 m/detik (horizontal) dan 0.14 m/detik (vertikal). Debit sungai pada kondisi normal adalah 1.66 m³/dtk, sedangkan debit maksimum saat banjir mencapai 88.11 m³/dtk. (asumsi tinggi perkuatan tebing maksimum). Dengan demikian, tujuan perkuatan tebing desa Mauya dapat dikatakan memenuhi tujuan yang diinginkan.
Copyrights © 2026