Setiap proyek konstruksi, bagaimanapun kondisi pelaksanaannya diperlukan tindakan pengendalian dari segi biaya maupun waktu. Suatu proyek dapat mencapai keberhasilan dilihat dari kemampuan pihak-pihak yang terkait untuk menyelesaikan proyek sesuai jadwal yang telah ditentukan dan biaya yang tersedia. Oleh karena itu, pengendalian proyek dibutuhkan untuk mencapai sasaran keberhasilan tersebut. Proses pengendalian harus dapat dikerjakan secara tepat agar setiap penyimpangan yang terjadi dapat diidentifikasi dan dievaluasi dengan baik. Sebelum dilakukan tindakan yang perlu dalam mengendalikan proyek, perlu diketahui terlebih dahulu kinerja proyek yang telah berlangsung. Salah satu cara untuk mengetahui kinerja dengan menggunakan metode Nilai Hasil (Earned Value). Pada penelitian ini digunakan metode Earned Value. Pada akhir minggu peninjauan yaitu minggu ke-14 didapatkan yaitu nilai Schedule Performance Index (SPI) sebesar 1,830 yang artinya adalah proyek mengalami percepatan sebesar 21,5% dari target rencana sebesar 39,41%. Dilihat dari nilai Cost Performance Index (CPI) didapatkan nilai sebesar 2,570 yang berarti biaya yang dikeluarkan untuk proyek lebih kecil dari biaya yang dianggarkan. Perkiraan biaya yang dikeluarkan hingga akhir proyek (EAC) adalah sebesar Rp. 5.385.451.842,18 jika kecenderungan kinerja proyek sama seperti kinerja pada akhir minggu peninjauan. Dilihat dari waktu penyelesaian proyek, maka didapatkan estimasi waktu penyelesaian proyek (EAS) yaitu 168 hari jika kecenderungan kinerja proyek tetap sama seperti pada akhir peninjauan.
Copyrights © 2026