Latar Belakang: Bayi baru lahir mengalami kehilangan panas sekitar empat kali lebih besar dibandingkan orang dewasa. Dalam 30 menit pertama setelah lahir, suhu tubuh bayi dapat menurun sebesar 3–4°C. Penelitian ini bertujuan membandingkan efektivitas Skin Wrap dan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dalam mencegah hipotermia pada bayi baru lahir. Metode: Desain penelitian quasi-experimental dengan two-group pretest–posttest yang terbagi kelompok Skin Wrap (n = 18) dan kelompok Inisiasi Menyusu Dini (IMD) (n = 18). Suhu tubuh diukur menggunakan termometer digital, sedangkan data observasi dikumpulkan menggunakan lembar observasi terstandar. Uji normalitas dilakukan menggunakan uji Shapiro–Wilk, dan analisis perbedaan antar kelompok dilakukan menggunakan Independent Samples t-test dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Result : Skin Wrap rata-rata meningkatkan suhu tubuh dari 35,64°C menjadi 36,91°C. IMD rata-rata meningkatkan suhu tubuh dari 35,66°C menjadi 36,68°C. Hasil Independent Samples t-test menunjukkan berbedaan statistik dengan nilai intervensi (p = 0,021), yang menunjukkan bahwa Skin Wrap lebih efektif meningkatkan suhu tubuh bayi baru lahir dibandingkan Inisiasi Menyusu Dini (IMD). Kesimpulan:. Skin Wrap secara signifikan lebih efektif dibandingkan Inisiasi Menyusu Dini dalam mencegah hipotermia pada bayi baru lahir. Oleh karena itu, Skin Wrap dapat dipertimbangkan sebagai salah satu intervensi perawatan termal yang efektif untuk mengurangi risiko hipotermia neonatal.
Copyrights © 2026