Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan bahasa ekspresif anak usia 5–6 tahun di RA Miftahul Falah Kecamatan Kutawaluya Kabupaten Karawang. Sebagian besar anak belum mampu berbicara dengan lancar, menjawab pertanyaan secara jelas, menceritakan pengalaman sederhana, serta berkomunikasi aktif dengan teman sebaya maupun guru. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bahasa ekspresif anak melalui penerapan metode bermain peran kisah Islami. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus, meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penelitian ini melibatkan 15 anak berusia 5–6 tahun sebagai partisipan yang menjadi subjek penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif berbentuk persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan bahasa ekspresif anak mengalami peningkatan pada setiap siklus. Pada kondisi awal, anak yang mencapai kategori berkembang sesuai harapan dan berkembang sangat baik hanya sebesar 13%, meningkat menjadi 40% pada siklus I, dan meningkat kembali menjadi 86% pada siklus II. Peningkatan tersebut terlihat pada kemampuan anak dalam berbicara, menjawab pertanyaan, menceritakan pengalaman, dan berkomunikasi secara aktif. Dengan demikian, metode bermain peran kisah Islami efektif digunakan untuk meningkatkan kemampuan bahasa ekspresif anak usia 5–6 tahun.
Copyrights © 2026