Konstruksi perkerasan jalan, khususnya Asphalt Concrete–Binder Course (AC-BC), memiliki peran penting dalam menunjang kinerja infrastruktur transportasi. Namun, kerusakan dini perkerasan masih sering terjadi akibat pengaruh beban lalu lintas, kondisi iklim, serta penetrasi air yang menyebabkan penurunan ikatan antara aspal dan agregat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan limbah uPVC sebagai bahan aditif terhadap durabilitas campuran AC-BC serta mengevaluasi perubahan karakteristik Marshall akibat variasi waktu perendaman air. Metode yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan 18 benda uji yang dibagi ke dalam enam variasi waktu perendaman, yaitu 0,5 jam hingga 48 jam, masing-masing tiga sampel. Pengujian dilakukan menggunakan metode Marshall untuk memperoleh parameter stabilitas, flow, Marshall Quotient, serta karakteristik volumetrik (VIM, VMA, dan VFB). Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan waktu perendaman menyebabkan penurunan stabilitas dari 1523 kg menjadi 1041 kg, penurunan Marshall Quotient dari 400,7 kg/mm menjadi 226,3 kg/mm, serta penurunan durabilitas dari 96,74% menjadi 68,36%. Sebaliknya, nilai flow mengalami peningkatan dari 3,80 mm menjadi 4,60 mm yang menunjukkan meningkatnya sifat plastis campuran. Parameter volumetrik relatif stabil namun menunjukkan indikasi penurunan efektivitas ikatan aspal akibat infiltrasi air. Kesimpulannya, penambahan uPVC memberikan peningkatan ketahanan awal campuran terhadap air, namun kinerja menurun seiring bertambahnya durasi perendaman. Rekomendasi penelitian ini adalah perlunya optimasi kadar uPVC dan perlindungan tambahan terhadap moisture damage. Implikasi penelitian ini memberikan alternatif material ramah lingkungan serta kontribusi terhadap peningkatan umur layanan perkerasan jalan.
Copyrights © 2026