Yogyakarta merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang memiliki aktivitas seismik tinggi akibat interaksi lempeng tektonik dan keberadaan sesar aktif, khususnya Sesar Opak. Kondisi tersebut meningkatkan risiko kerusakan struktur bangunan bertingkat, termasuk fasilitas pendidikan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi respons dinamik dan tingkat kerentanan beberapa bangunan bertingkat di lingkungan Universitas Islam Indonesia (UII) terhadap potensi gempa bumi. Objek penelitian meliputi Gedung Rektorat, Gedung Fakultas Psikologi, dan Gedung Fakultas Kedokteran. Penelitian menggunakan metode mikrotremor melalui pendekatan Floor Spectral Ratio (FSR) untuk menentukan frekuensi natural dan karakteristik dinamik bangunan, sedangkan metode Horizontal to Vertical Spectral Ratio (HVSR) digunakan untuk mengidentifikasi karakteristik tanah. Data diperoleh melalui perekaman mikrotremor pada 46 titik di dalam bangunan dan satu titik di permukaan tanah, kemudian diolah menggunakan analisis Fast Fourier Transform (FFT) dengan bantuan perangkat lunak Geopsy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa frekuensi natural sebagian besar bangunan lebih besar dibandingkan frekuensi tanah sehingga bangunan umumnya tergolong aman terhadap efek resonansi. Analisis indeks resonansi menunjukkan bahwa Gedung Rektorat berada pada kategori rendah, Gedung Fakultas Psikologi kategori tinggi, dan Gedung Fakultas Kedokteran kategori sedang. Selain itu, sebagian besar nilai indeks kerentanan berada di bawah ambang kritis 100 m/s² sehingga tingkat kerentanan struktur relatif rendah. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa analisis mikrotremor efektif digunakan sebagai metode evaluasi non-destruktif untuk mitigasi gempa dan direkomendasikan sebagai dasar pemantauan berkala kondisi bangunan kampus di wilayah rawan gempa.
Copyrights © 2025