Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis tentang Indeks Nilai Tukar Petani dan tingkat kesejahteraan petani di Nusa Tenggara Barat. Metode penelitian yang dipergunakan adalan metode deskriptif analitik, dengan memfokuskan analisa pada data primer maupun sekunder. Data bersumber dari BPS, Dinas Pertanian Provinsi dan Kabupaten/Kota dan laporan-laporan Analisis yang dilakukan menggunakan analisis deskriptif yang mengacu pada data yang telah dihimpun. Analisis statistik dipergunakan untuk menghitung perkembangan Indeks Nilai Tukar dan faktor-faktor lainnya dengan menggunakan metode perkembangan. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa, selama tujuh tahun rata-rata Nilai Tukar Petani (NTP) sub sektor sebesar 113,66 persen, ini berarti bahwa selama tujuh tahun (2019 -2025) petani pada sub sektor tanaman pangan, Hortikultura, Peternakan dan perikanan mengalami surplus pendapatan, artinya petani pada sub sektor sudah sejahtera karena pendapatannya rata-rata lebih besar dari pada pengeluarannya, sedangkan pada sub sektor tanaman perkebunan rakyat berada dibawah 100 persen, yang menunjukkan petani pada sub sektor tersebut belum sejahtera.
Copyrights © 2026