Sektor peternakan Indonesia masih menghadapi berbagai kendala operasional, seperti keterlambatan deteksi kondisi kandang, ketidakakuratan estimasi kebutuhan pakan, serta pencatatan operasional yang belum terdigitalisasi. Solusi Internet of Things (IoT) yang tersedia saat ini umumnya masih bersifat teknis dan kurang ramah bagi peternak dengan keterbatasan literasi digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan merancang sistem informasi manajemen peternakan berbasis IoT bernama TernakConnect menggunakan metode Waterfall. Rancangan sistem mengintegrasikan pemantauan lingkungan secara real-time, peringatan dini otomatis, prediksi stok berbasis regresi linear, kendali peralatan jarak jauh, serta pencatatan keuangan dalam satu platform mobile. Metode Waterfall diterapkan melalui lima tahapan: analisis kebutuhan, perancangan sistem, perencanaan implementasi, perencanaan pengujian, dan pemeliharaan. Pendekatan User-Centered Design (UCD) digunakan untuk menghasilkan antarmuka yang mudah dipahami pengguna dari berbagai tingkat literasi digital. Hasil perancangan berupa spesifikasi sistem TernakConnect yang terdiri atas delapan use case, delapan entitas basis data, arsitektur tiga lapisan, serta 14 wireframe antarmuka. Kontribusi utama penelitian ini adalah modul Livestock Sampling berbasis formula adaptasi NRC dan modul prediksi stok berbasis regresi linear yang dirancang untuk perangkat mobile. Penelitian ini menunjukkan bahwa teknologi precision agriculture dapat dirancang agar lebih mudah diakses oleh pengguna non-teknis melalui pendekatan UCD pada sistem IoT peternakan.
Copyrights © 2026