Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara tingkat kepuasan penyelenggaraan makan terhadap asupan zat gizi makro (energi, protein, lemak, dan karbohidrat) serta status gizi remaja di SMP IT Kota Cimahi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain observasional dan rancangan cross-sectional. Subjek penelitian terdiri dari 53 siswa berusia 13-15 tahun yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data tingkat kepuasan dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert, data asupan gizi diperoleh melalui metode food recall2x24 jam, dan status gizi dinilai berdasarkan indikator IMT/U melalui pengukuran antropometri. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji path analysis(analisis jalur). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden (52,8%) merasa puas terhadap penyelenggaraan makan di sekolah, sementara 47,2% lainnya merasa tidak puas. Meskipun sebagian besar responden (83%) memiliki status gizi baik, mayoritas mengalami defisit asupan gizi tingkat berat pada energi (34%), protein (56,6%), lemak (45,3%), dan karbohidrat (79,2%). Hasil uji statistik melalui analisis jalur menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat kepuasan dengan status gizi (p-value<0,05; OR -0,346) serta asupan energi (p-value<0,05;OR -0,337) dan karbohidrat (p-value<0,05; OR -0,336). Namun, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara tingkat kepuasan dengan asupan protein dan lemak (p-value>0,05). Dapat disimpulkan bahwa tingkat kepuasan penyelenggaraan makan memiliki hubungan yang signifikan dengan status gizi serta asupan energi dan karbohidrat pada remaja, namun tidak menunjukkan hubungan yang berarti terhadap asupan protein dan lemak.
Copyrights © 2026