Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah gizi akibat rendahnya asupan zat besi dan protein. Tepung hati ayam merupakan sumber zat besi dan protein yang tinggi, sedangkan kurma Sukari mengandung zat besi dan serat serta memiliki nilai gizi lebih baik dibandingkan gula pasir. Kedua bahan tersebut diformulasikan dalam produk soft cookies yang digemari berbagai kalangan, khususnya remaja putrisebagai camilan fungsional pencegahan anemia. Penelitian ini bertujuan menganalisis daya terimapada parameter soft cookies (warna, aroma, tekstur, dan rasa) serta kandungan protein dan zat besi pada formulasi terbaik soft cookies dengan substitusi tepung hati ayam dan kurma Sukari. Penelitian ini merupakan eksperimen murni dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Substitusi tepung hati ayam sebesar 25%, 35%, dan 45%, serta kurma Sukari sebesar 10% dan 20%. Daya terima diperoleh melalui uji hedonik skala Likert (1–4) pada 40 panelis tidak terlatih. Analisis kandungan protein dan zat besi pada formulasi terbaik dilakukan dengan metode titrimetri dan ICP-OES. Data dianalisis menggunakan uji Kruskal–Wallisdan Mann–Whitney(α=0,05) untuk mengetahui perbedaan tingkat kesukaan panelis antar formulasi, serta metode De Garmo untuk menentukan formulasi terbaik. Hasil menunjukkan bahwa variasi substitusi tepung hati ayam dan kurma Sukari berpengaruh signifikan terhadap warna, tekstur, dan rasa soft cookies(p<0,05), namun tidak terhadap aroma (p>0,05). Formulasi terbaik adalah substitusi tepung hati ayam 25% dan kurma Sukari 10%, dengan kandungan protein 9,75 g/100 g dan zat besi 5,20 mg/100 gatau meningkat sebesar 34,72% dibandingkan formulasi standar tanpa substitusi. Soft cookiesdengan substitusi tepung hati ayam dan kurma Sukari berpotensi sebagai camilan sumber zat besi dan protein bagi remaja putri.
Copyrights © 2026