Lebih dari 40% sekolah di negara berkembang kekurangan konektivitas internet yang memadai, sementara kajian ilmiah yang ada umumnya hanya mengkaji satu teknologi secara terisolasi tidak ada sintesis yang memetakan evolusi infrastruktur teknologi informasi (TI) dan implementasi tujuh teknologi terkini secara bersamaan dalam konteks pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi mekanisme kausal keberhasilan transformasi digital pendidikan dan mengembangkan kerangka konseptual integratif yang menghubungkan evolusi infrastruktur TI dengan adopsi simultan tujuh teknologi terkini. Metode penelitian menggunakan systematic literature review (SLR) berpandu PRISMA 2020 terhadap 64 artikel (2020–2025) yang dipilih dari Scopus, Google Scholar, dan Garuda, dengan sintesis tematik berbasis perbandingan kritis temuan yang saling bertentangan antarstudi. Hasil penelitian ini mengidentifikasi dua kontribusi utama: (1) tiga mekanisme kausal yang menjelaskan keberhasilan atau kegagalan transformasi digital pendidikan, yaitu absorptive capacity SDM, komplementaritas infrastruktur, dan tata kelola data; serta (2) pengembangan Model Konseptual Transformasi Digital Pendidikan (MKTDP), yaitu kerangka empat-lapisan pertama yang secara eksplisit mengintegrasikan peta evolusi infrastruktur TI dengan analisis simultan tujuh teknologi terkini (AI, Cloud Computing, LMS, Smart Classroom, IoT, Big Data, dan Cybersecurity) beserta kondisi moderasi dan boundary conditions-nya. Keberhasilan transformasi digital ditentukan oleh sinergi ketiga mekanisme kausal tersebut, bukan oleh kecanggihan teknologi semata. Implikasi penelitian ini mendorong perubahan kebijakan dari pendekatan technology-push ke needs-pull, dengan prioritas pada pemerataan konektivitas internet dan penguatan kompetensi digital guru sebagai prasyarat utama transformasi, khususnya di wilayah 3T Indonesia.
Copyrights © 2026