Program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh Badan Gizi Nasional (BGN) merupakan langkah strategis dalam upaya optimalisasi status gizi nasional, termasuk bagi peserta didik di institusi pendidikan di Indonesia. Beberapa dalam indikator yang dapat dipakai untukmengukur keberhasilan suatu penyelenggaraan makanan, diantaranya adalah, ketepatan waktu makan, cita rasa makanan dan penampilan makanan yang berhubungan dengan sisa makanan. Tingginya sisa makanan dapat menggambarkan bahwa adanya anggaran makan yang tidak efisien, namun tidak memperoleh hasil yang optimal dalam pemenuhan gizi penerima manfaat MBG. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan cita rasa, penampilan makanan, dan ketepatan waktu penyajian makanan terhadap sisa makanan pada penyelenggaraanMakan Bergizi Gratis di SMA Tunas Bangsa Palembang. Penelitian ini, merupakan jenis penelitian observasional dan menggunakan metode cross sectional study. Penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan sistematik random sampling lalu dihitung menggunakan rumus Slovin dengan jumlah sampel sebanyak 98 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan kuesioner untuk mengetahui cita rasa, penampilan makanan, dan ketepatan waktu penyajian makanan pada penyelenggaran makanan di SMA Tunas Bangsa Palembang. Uji statistik bivariat menggunakan uji Chi-Squaredengan hasil adanya hubungan yang signifikan antara cita rasa makan dengan sisa makanan (p=0,042), tidak ada hubungan yang signifikan antara penampilan makanan dengan sisa makanan (p=0,545) dan tidak ada hubungan yang signifikan antara ketepatan waktu penyajian makanan dengan sisa makanan (p=1,000). Berdasarkan hasil penelitian diharapkan pihak penyelenggara dapat mempertahankan standar cita rasa dan melakukan inovasi menu untuk meminimalkan sisa makanan.
Copyrights © 2026