Stunting masih menjadi permasalahan gizi kronis yang signifikan akibat ketidakcukupan asupan zat gizi makro, terutama pada masa awal kehidupan. Pengembangan pangan lokal bergizi sebagai makanan selingan merupakan salah satu strategi yang potensial untuk mendukung pencegahan stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kandungan zat gizi makro dan daya terima dimsum ikan kembung yang diformulasikan dengan tepung kedelai dan kacang tanah sebagai bahan substitusi. Penelitian menggunakan desain pre-eksperimental dengan post-test design yang terdiri dari tiga formulasi, yaitu F1 (75% tepung kedelai : 25% tepung kacang tanah), F2 (50% : 50%), dan F3 (25% : 75%). Uji organoleptik dilakukan terhadap 40 panelis untuk menilai atribut warna, aroma, tekstur, dan rasa, diikuti dengan analisis kandungan zat gizi makro pada formula terpilih. Hasil analisis statistik menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan terhadap daya terima antar formulasi (p>0,05). Namun demikian, secara deskriptif terdapat kecenderungan preferensi panelis terhadap atribut tertentu, dengan formula F2 lebih disukai dari aspek warna dan aroma, serta formula F1 lebih disukai dari aspek rasa dan ditetapkan sebagai formula terbaik. Analisis kandungan gizi pada F1 menunjukkan energi 133,62 kkal/100 g, protein 14,39%, lemak 0,96%, dan karbohidrat 17,11%. Produk ini berpotensi dikembangkan sebagai makanan selingan berbasis pangan lokal yang bergizi untuk mendukung pemenuhan zat gizi makro, khususnya protein, dalam upaya pencegahan stunting.
Copyrights © 2026