Kondisi ibu hamil anemia dan kekurangan energi kronik (KEK) masih menjadi masalahdi Indonesia yang berpotensi meningkatkan potensi komplikasi pada kehamilan dan memberikan dampak negatif pada kesehatan neonatus. Anemia dapat menyebabkan penurunan suplai oksigen dan zat gizi kepada janin, sedangkan kekurangan energi kronik berpotensi menyebabkan terhambatnya pertumbuhan serta perkembangan janin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara riwayat kehamilan anemia dan kekurangan energi kronik dengan kejadian neonatus risiko tinggi. Desain penelitian ini menggunakan desain case control dengan data sekunder. Teknik pemilihan sampel menggunakan total sampling yaitu sebanyak 47 neonatus risiko tinggi dan 47 neonatus tidak risiko tinggi. Teknik analisis data dilakukan adalah uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan dari 47 neonatus risiko tinggi dilahirkan oleh ibu dengan riwayat anemia sebesar (21,3%) dan KEK (8,5%). Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara riwayat anemia ibu dengan kejadian neonatus risiko tinggi (p-value= 0,03 ; OR = 6,08). Sementara itu, riwayat kekurangan energi kronik tidak menunjukkan hubungan yang tidak signifikan dengan kejadian neonatus risiko tinggi (p-value= 0,68; OR = 2,1). Riwayat kehamilan anemia merupakan faktor yang berhubungan dengan kejadian neonatus risiko tinggi, sedangkan riwayat kehamilan dengan kekurangan energi kronik tidak menunjukkan hubungan yang bermakna dengan kejadian neonatus risiko tinggi. Upaya pencegahan anemia dan kekurangan energi kronik pada ibu hamil perlu ditingkatkan melalui pemeriksaan kehamilan rutin, pemantauan LILA, kadar hemoglobin, serta optimalisasi pemberian tablet tambah darah.
Copyrights © 2026