Tinggi badan merupakan parameter antropometri penting dalam penilaian status gizi, namun pengukuran langsung tidak selalu dapat dilakukan sehingga diperlukan metode estimasi menggunakan tinggi lutut, panjang depa, dan panjang ulna. Penelitian ini bertujuanmembandingkan akurasi berbagai rumus estimasi tinggi badan terhadap tinggi badan aktual pada remaja putri usia 18–21 tahun. Penelitian menggunakan desain cross-sectionaldengan 40 responden yang dipilih secara purposive sampling. Pengukuran meliputi tinggi badan aktual, tinggi lutut, panjang depa, dan panjang ulna. Estimasi tinggi badan dihitung menggunakan rumus Chumlea dan Fatmah berdasarkan tinggi lutut, rumus WHO dan Fatmah berdasarkan panjang depa, serta rumus BAPEN dan Mulyasari berdasarkan panjang ulna. Analisis data dilakukan menggunakan Repeated Measures ANOVA, Post Hoc Bonferroni, serta analisis Mean Difference, Mean Absolute Error (MAE), dan Root Mean Square Error(RMSE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh rumusestimasi berbeda signifikan dengan tinggi badan aktual (p<0,05), kecuali rumus WHO berdasarkan panjang depa (p=1,000). Berdasarkan nilai MAE dan RMSE, rumus Fatmah berdasarkan tinggi lutut merupakan rumus paling akurat dengan nilai masing-masing 3,4325 cmdan 4,1 cm. Dengan demikian, rumus Fatmah berdasarkan tinggi lutut dan rumus WHO berdasarkan panjang depa dapat digunakan sebagai alternatif estimasi tinggi badan pada remaja putri usia 18–21 tahun.
Copyrights © 2026