Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh struktur modal terhadap nilai perusahaan, menganalisis pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan, serta menganalisis pengaruh likuiditas terhadap nilai perusahaan pada perusahaan manufaktur sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2022–2024. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Populasi penelitian mencakup seluruh iverusahaan manufaktur sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2022–2024 yang berjumlah 83 perusahaan. Sampel penelitian sebanyak 48 perusahaan yang dipilih melalui iverusa purposive sampling berdasarkan kriteria iv erusahaan yang terdaftar secara berturut-turut selama periode penelitian, mempublikasikan laporan keuangan secara lengkap, tidak mengalami kerugian selama periode penelitian, serta memiliki data yang sesuai dengan variabel penelitian. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang bersumber dari laporan keuangan tahunan perusahaan yang dipublikasikan melalui situs resmi Bursa Efek Indonesia. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui metode dokumentasi dengan mengakses dan mencatat data keuangan yang relevan. Analisis data menggunakan analisis regresi data panel dengan bantuan aplikasi Eviews melalui uji pemilihan model yang meliputi uji Chow, uji Hausman, dan uji Lagrange Multiplier untuk menentukan model yang paling sesuai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur modal yang diproksikan dengan Debt to Equity Ratio (DER) berpengaruh terhadap nilai perusahaan, yang menunjukkan bahwa komposisi penggunaan utang dan ekuitas dalam pendanaan perusahaan dapat memengaruhi persepsi investor terhadap kinerja dan prospek perusahaan. Profitabilitas yang diproksikan dengan Net Profit Margin (NPM) juga berpengaruh terhadap nilai perusahaan, yang mengindikasikan bahwa semakin tinggi kemampuan iverusahaan dalam menghasilkan laba maka semakin tinggi pula nilai perusahaan karena meningkatnya kepercayaan investor terhadap kinerja perusahaan. Sementara itu, likuiditas yang diproksikan dengan Current Ratio (CR) tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan, yang menunjukkan bahwa kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek belum tentu menjadi pertimbangan utama bagi investor dalam menilai perusahaan pada sektor makanan dan minuman.
Copyrights © 2026