Penelitian ini mengkaji strategi Kepala Madrasah MA Bali Bina Insani Tabanan dalam membentuk toleransi siswa melalui penguatan moderasi beragama di tengah masyarakat Hindu dengan guru lintas agama. Tujuannya: (1) mendeskripsikan strategi kepala madrasah, (2) menganalisis pengaruh moderasi beragama terhadap toleransi siswa di lingkungan multikultural, dan (3) mengidentifikasi faktor pendukung serta hambatan.Metode yang digunakan adalah kualitatif fenomenologi melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan triangulasi untuk uji keabsahan data.Hasil penelitian menunjukkan: (1) Strategi kepala madrasah mencakup pembelajaran, pengembangan karakter, kemitraan, lingkungan inklusif, dan evaluasi partisipatif. (2) Moderasi beragama tercermin pada komitmen kebangsaan, sikap anti kekerasan, serta penghormatan tradisi lokal yang membentuk toleransi siswa. (3) Faktor pendukung meliputi keterlibatan guru Hindu, praktik toleransi sehari-hari, dan dukungan masyarakat. Hambatan muncul dari perbedaan latar siswa, keterbatasan fasilitas, serta keraguan orang tua terhadap guru non-Muslim, namun diatasi dengan komunikasi persuasif, keteladanan, dan kolaborasi pasca Bali Democracy Forum 2016.
Copyrights © 2026