Penumpukan lemak berlebih di area perut yang meningkatkan risiko penyakit metabolic disebut obesitas sentral. Gaya hidup mahasiswa berupa konsumsi makanan ultra-processed food (UPF) dan durasi screen time yang lama diduga berkontribusi pada masalah ini. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis korelasi antara konsumsi UPF dan durasi screen time dengan risiko obesitas sentral pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati. Studi ini melibatkan 70 responden yang ditetapkan melalui simple random sampling dan menerapkan metode penelitian analisis observasional dilakukan menggunakan uji Chi-Square dan regresi logistik dengan pendekatan cross-sectional. Hasil menunjukkan mayoritas responden konsumsi UPF kategori sedang (42,9%) dan durasi screen time kategori sedang (57,1%). Hasil dari analisis bivariat memperlihatkan bahwasanya terdapat korelasi signifikan antara konsumsi UPF (p=0,003, OR=2,895) dan durasi screen time (p=0,014, OR=2,381) dengan risiko obesitas sentral pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati. Namun, kekuatan hubungan durasi screen time belum konsisten. Temuan ini menunjukkan bahwa perubahan gaya hidup sehat sangat penting untuk menurunkan risiko obesitas sentral pada mahasiswa.
Copyrights © 2026