Penentuan postmortem interval (PMI) merupakan aspek penting dalam pemeriksaan forensik. Kornea mengalami perubahan pascakematian yang progresif sehingga berpotensi digunakan sebagai indikator PMI. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan gambaran histopatologi epitel kornea tikus Wistar berdasarkan waktu pembusukan. Penelitian eksperimental dengan desain post-test only randomized controlled group menggunakan 18 ekor tikus Wistar yang dibagi menjadi kelompok kontrol, PMI 24 jam, dan PMI 48 jam. Sampel kornea diproses dengan pewarnaan hematoksilin-eosin (HE) dan dinilai menggunakan sistem skoring Carsana. Analisis dilakukan menggunakan uji Mann–Whitney. Hasil menunjukkan perbedaan bermakna antara kelompok kontrol dengan PMI 24 jam (p=0,005) dan PMI 48 jam (p=0,003), tetapi tidak antara PMI 24 jam dan PMI 48 jam (p=0,134). Disimpulkan bahwa perubahan histopatologi epitel kornea telah terjadi secara signifikan sejak 24 jam pascakematian. Temuan ini mendukung potensi epitel kornea sebagai biomarker histopatologis untuk membantu estimasi PMI dalam praktik forensik.
Copyrights © 2026