Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan karakteristik pola pengasuhan keluarga pada balita stunting di wilayah kerja Puskesmas Bulu Lor. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara mendalam terhadap 4 informan utama, 4 informan kunci, dan 2 informan triangulasi. Data dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan SaldaƱa melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik pengasuhan keluarga belum sepenuhnya sesuai dengan rekomendasi kesehatan, terutama pada aspek pemberian ASI, MPASI, dan PHBS. Sebagian besar ibu tidak memberikan ASI eksklusif selama enam bulan penuh, praktik MPASI masih bervariasi dalam waktu, frekuensi, jenis, dan kebersihan penyajian, serta penerapan PHBS belum konsisten. Temuan juga menunjukkan bahwa pengetahuan, kebiasaan keluarga, dan dukungan sosial memengaruhi praktik pengasuhan tersebut. Dapat disimpulkan bahwa pola pengasuhan yang belum optimal berkontribusi terhadap terjadinya stunting pada balita, sehingga diperlukan edukasi gizi yang berkelanjutan dan pendampingan keluarga oleh tenaga kesehatan.
Copyrights © 2026