ABSTRAK Pesatnya transformasi teknologi finansial di Indonesia saat ini menciptakan tantangan baru bagi masyarakat perdesaan yang masih memiliki keterbatasan akses terhadap edukasi digital formal. Di Desa Karang Kemulyan, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak, rendahnya tingkat literasi keuangan digital menjadi hambatan utama, khususnya bagi kelompok ibu rumah tangga dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam mengelola aset serta memitigasi risiko penipuan daring. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membekali peserta dengan pengetahuan mendalam serta keterampilan praktis mengenai ekosistem keuangan digital guna mendorong terciptanya kemandirian ekonomi desa. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah pendekatan edukatif-partisipatif melalui sosialisasi kebijakan, seminar interaktif, serta pelatihan teknis mengenai penggunaan aplikasi manajemen keuangan dan sistem pembayaran elektronik yang aman. Hasil utama dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kapasitas literasi peserta, yang ditandai dengan kemampuan mereka dalam mengoperasikan platform digital untuk pencatatan arus kas serta pemahaman yang lebih tajam terhadap bahaya pinjaman daring ilegal. Dampak dari kegiatan ini adalah mulai diterapkannya sistem transaksi nontunai oleh pelaku UMKM untuk memperluas jangkauan pasar dan pengelolaan anggaran domestik yang lebih sistematis oleh ibu rumah tangga. Sebagai kesimpulan, program ini memberikan kontribusi nyata dalam mempercepat inklusi keuangan di tingkat perdesaan serta membangun ketahanan ekonomi lokal melalui penguatan literasi digital yang berkelanjutan. Kata Kunci: Literasi Keuangan Digital, Desa Karang Kemulyan, UMKM, Ibu Rumah Tangga, Inklusi Keuangan. ABSTRACT The rapid transformation of financial technology in Indonesia today creates new challenges for rural communities that still have limited access to formal digital education. In Karang Kemulyan Village, Cihara District, Lebak Regency, low levels of digital financial literacy are a major obstacle, especially for housewives and micro, small, and medium enterprises (MSMEs) in managing assets and mitigating the risk of online fraud. This community service activity aims to equip participants with in-depth knowledge and practical skills regarding the digital financial ecosystem to encourage the creation of rural economic independence. The implementation method used is an educational-participatory approach through policy socialization, interactive seminars, and technical training on the use of financial management applications and secure electronic payment systems. The main results of this activity show a significant increase in participants' literacy capacity, as evidenced by their ability to operate digital platforms for cash flow recording and a sharper understanding of the dangers of illegal online lending. The impact of this activity is the implementation of a cashless transaction system by MSME actors to expand market reach and more systematic domestic budget management by housewives. In conclusion, this program has made a real contribution to accelerating financial inclusion at the rural level and building local economic resilience through the strengthening of sustainable digital literacy. Keywords: Digital Financial Literacy, Karang Kemulyan Village, MSMEs, Housewives, Financial Inclusion.
Copyrights © 2026