Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi pemasaran digital yang digunakan dalam penjualan perumahan bersubsidi, khususnya program Rumah Subsidi Tiga Juta di Kabupaten Mojokerto. Seirung dengan pergeseran perilaku konsumen menuju ke platform digital, pengembangan properti juga harus menyesuaikan dengan komunikasi mereka untuk menjangkau segmen berpenghasilan rendah secara efektif. Metode dalam penulisan artikel ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi literatur (literatur review). Pengumpulan data melalui kegiatan kepustakaan yaitu mencari dan menggunakan berbagai sumber berupa artikel jurnal yang relevan dengan tujuan penelitian. Penelitian ini menemukan bahwa pemasaran properti subsidi di Indonesia didominasi oleh strategi digital presisi di media sosial, berhasil menargetkan pembeli muda (Gen Z, MBR) melalui algoritma geotargeting dan konten visual (AIDA, reels). Meskipun efisien, komunikasi personal (site visit dan follow-up via WhatsApp) terbukti krusial, meningkatkan konversi hingga 40% karena membangun kepercayaan. Strategi ini menghadapi tantangan saturasi konten dan isu literasi digital/keamanan data, sehingga efektivitasnya kini bergantung pada adopsi pendekatan hybrid (virtual-fisik) dan pemanfaatan AI-CRM, menegaskan perlunya keseimbangan antara teknologi tinggi untuk targeting dan komunikasi interpersonal untuk membangun kepercayaan konsumen
Copyrights © 2026