Lektur, Jurnal Ilmu Komunikasi
Vol 9, No 2 (2026): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi

FROM SILENCE TO STRENGTH: THE ROLE OF INTERPERSONAL COMMUNICATION IN BUILDING RESILIENCE AMONG SEXUAL VIOLENCE SURVIVORS

Yosefina Safira Intan (Universitas Sebelas Maret)
Prahastiwi Utari (Universitas Sebelas Maret)
Ignatius Agung Satyawan (Universitas Sebelas Maret)



Article Info

Publish Date
30 Jun 2026

Abstract

Abst rakPenelitian ini bertujuan untuk menggali peran komunikasi interpersonal pendamping di Rumah Singgah St. Theresia Labuan Bajo dalam membangun resiliensi sebagai penyintas kekerasan seksual. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus berlandaskan paradigma konstruktivisme, penelitian ini melibatkan dua pendamping dan dua penyalintas sebagai informan kunci yang dipilih secara purposif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi penyintas dari kondisi kebungkaman ( silent ) menuju kekuatan (strength ) dikonstruksi melalui manajemen komunikasi yang holistik. Temuan utama mengungkapkan bahwa pendamping menerapkan lima proses Communication Theory of Resilience (CTR), yaitu; Menciptakan kenormalan, memperkuat jangkar identitas, memanfaatkan dukungan jaringan, menerapkan aksi produktif melalui keterampilan pemberdayaan, serta membangun logika alternatif untuk melawan stigma. Keberhasilan proses ini didukung oleh upaya-upaya dalam keseharian pendamping yang memvalidasi perasaan penyalintas serta menyediakan ruang aman yang bebas dari intimidasi pelaku. Penelitian menyimpulkan bahwa interaksi antarpribadi yang stabil dan suportif merupakan langkah-langkah yang krusial dalam memulihkan harga diri dan kemandirian penyintas kekerasan seksual.Kata Kunci: Komunikasi Interpersonal, Resiliensi, Penyintas Kekerasan Seksual, Rumah Singgah St. Theresia, Labuan Bajo. AbstrakStudi ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran komunikasi interpersonal oleh pekerja pendukung di Penampungan St. Theresia di Labuan Bajo dalam membangun ketahanan di antara para penyintas kekerasan seksual. Menggunakan studi kasus kualitatif yang berlandaskan paradigma konstruktivis, studi ini melibatkan dua pekerja pendukung dan dua penyintas sebagai informan kunci, yang dipilih melalui pengambilan sampel bertujuan. Hasil menunjukkan bahwa transformasi penyintas dari diam menjadi kuat dibangun melalui manajemen komunikasi holistik. Temuan utama mengungkapkan bahwa pekerja pendukung menerapkan lima proses Teori Komunikasi Ketahanan (CTR): menciptakan normalitas, memperkuat jangkar identitas, memanfaatkan jaringan dukungan, menerapkan tindakan produktif melalui pemberdayaan keterampilan, dan membangun logika alternatif untuk melawan stigma. Keberhasilan proses ini didukung oleh upaya harian para pendamping untuk memvalidasi perasaan penyintas dan menyediakan ruang aman yang bebas dari intimidasi oleh pelaku. Studi ini menyimpulkan bahwa interaksi interpersonal yang stabil dan suportif merupakan langkah penting dalam memulihkan harga diri dan kemandirian para penyintas kekerasan seksual.Kata kunci: Komunikasi Interpersonal, Ketahanan, Penyintas Kekerasan Seksual, Tempat Perlindungan St. Theresia, Labuan Bajo. 

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

ilkom

Publisher

Subject

Languange, Linguistic, Communication & Media

Description

Lektur, Jurnal Ilmu Komunikasi, is academic journal, free of charge. Lektur, Jurnal Ilmu Komunikasi, is an interdisciplinary journal that welcomes contributions coming from and speaking to the many disciplines and approaches that meet at the crossroads that is Communication ...