INTISARI Latar Belakang:Hipotiroid kongenital merupakan gangguan fungsi kelenjar tiroid sejak lahir yang dapat menyebabkan keterlambatan pertumbuhan, gangguan perkembangan neurologis, hingga disabilitas intelektual permanen apabila tidak terdeteksi dan ditangani sejak dini. Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK) pada bayi baru lahir menjadi upaya penting untuk deteksi dini sebelum muncul gejala klinis. Tujuan:Mengetahui dan menganalisis hasil penelitian terkait pelaksanaan SHK pada bayi baru lahir, termasuk faktor yang memengaruhi keberhasilan program serta tantangan implementasinya. Metode:Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan pencarian artikel melalui Google Scholar, Garuda, PubMed, dan ScienceDirect. Artikel yang digunakan berjumlah enam publikasi (2021–2025) terdiri dari empat jurnal nasional dan dua jurnal internasional. Analisis data dilakukan menggunakan narrative synthesis. Hasil:Hasil kajian menunjukkan bahwa SHK efektif dalam mendeteksi hipotiroid kongenital secara dini sebelum timbul gejala klinis. Keberhasilan pelaksanaan SHK dipengaruhi oleh pengetahuan ibu, dukungan tenaga kesehatan, serta ketersediaan sarana dan prasarana. Namun, implementasi di Indonesia masih menghadapi kendala seperti keterbatasan SDM, sistem pelaporan yang belum optimal, serta kurangnya sosialisasi program. Kesimpulan:SHK merupakan intervensi penting dalam mencegah disabilitas akibat hipotiroid kongenital. Diperlukan peningkatan edukasi, penguatan tenaga kesehatan, serta optimalisasi kebijakan untuk meningkatkan cakupan program. Kata Kunci:Skrining Hipotiroid Kongenital, bayi baru lahir, deteksi dini, hipotiroid kongenital, kebidanan. ABSTRACT Background:Congenital hypothyroidism is a thyroid dysfunction present at birth that can lead to growth retardation, neurodevelopmental delay, and permanent intellectual disability if not detected and treated early. Newborn Screening for Congenital Hypothyroidism (SHK) is an important strategy for early detection before clinical symptoms appear. Objective:To identify and analyze research findings related to the implementation of SHK in newborns, including factors influencing program success and implementation challenges. Methods:This study used a literature review design. Articles were searched through Google Scholar, Garuda, PubMed, and ScienceDirect using keywords such as “congenital hypothyroidism screening,” “SHK,” “newborn,” and “newborn screening.” Six articles published between 2021–2025, consisting of four national journals and two international journals, were selected. Data were analyzed using narrative synthesis. Results:The findings show that SHK is effective in early detection of congenital hypothyroidism before clinical symptoms appear. The success of SHK implementation is influenced by maternal knowledge, healthcare worker support, and the availability of health facilities. However, implementation in Indonesia still faces challenges such as limited human resources, suboptimal reporting systems, and lack of public awareness. Conclusion:SHK is an essential intervention for preventing disability caused by congenital hypothyroidism. Strengthening education, improving healthcare workforce capacity, and optimizing health policies are necessary to improve SHK coverage. Keywords: Congenital hypothyroidism screening, newborn, early detection, congenital hypothyroidism, midwifery.
Copyrights © 2026