INTISARI Latar Belakang : Asuhan kebidanan berkelanjutan merupakan pelayanan menyeluruh yang diberikan mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir hingga keluarga berencana. Pada laporan ini, asuhan difokuskan pada ibu nifas dengan pemberian seduhan teh bunga telang (Clitoria ternatea) untuk mempercepat penyembuhan luka perineum. Bunga telang diketahui mengandung flavonoid, dan terpenoid yang berfungsi sebagai antioksidan, antiinflamasi, antibakteri, serta mendukung regenerasi jaringan. Kandungan tersebut berperan dalam mempercepat proses epitelisasi, mengurangi risiko infeksi, serta mempercepat pemulihan ibu pasca persalinan. Pelaksanaan Asuhan : Pelayanan asuhan kebidaan berkelanjutan dilakukan pada Ny. K secara continuity of care dengan pendekatan manajemen kebidanan metode SOAP dan Varney. Pemberian seduhan teh bunga telang dilakukan sejak masa nifas sebagai terapi tambahan, dilaksanakan di Klinik Zam-Zam Medica serta melalui kunjungan rumah. Asuhan difokuskan pada pengkajian kondisi ibu, konseling, pendampingan, serta pemantauan proses penyembuhan luka perineum. Evaluasi : Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pada hari ke-5 masa nifas, luka perineum Ny. K mengalami penyembuhan lebih cepat dibandingkan waktu normal (7–8 hari). Luka tampak kering, menutup baik, dan tidak menunjukkan tanda infeksi sesuai dengan kriteria REEDA. Kesimpulan dan Saran : Pemberian seduhan teh bunga telang terbukti efektif mempercepat penyembuhan luka perineum. Intervensi ini dapat dijadikan sebagai alternatif terapi herbal yang aman, alami, efektif, serta terjangkau untuk mendukung praktik asuhan kebidanan berkelanjutan. Kata Kunci : Asuhan Kebidanan Berkelanjutan, Nifas, Luka Perineum, The bunga Telang. ABSTRACK Background This study presents continuity of midwifery care for a postpartum mother with the intervention of butterfly pea (Clitoria ternatea) tea to accelerate perineal wound healing. The plant contains flavonoids, anthocyanins, tannins, and terpenoids, which act as antioxidants, anti-inflammatory, antibacterial agents, and support tissue regeneration. Implementation of care: : Care was provided from the third trimester of pregnancy through childbirth, postpartum, newborn care, and family planning, with butterfly pea tea given during the postpartum period. Using the SOAP and Varney approaches, care included assessment, counseling, support, and wound monitoring. Evaluation: Showed that by day 5 postpartum, the perineal wound had healed faster than the average 7–8 days. The wound appeared dry with no signs of infection, and closure met REEDA criteria. Conclusions and suggestions: Butterfly pea tea effectively accelerates perineal wound healing in postpartum mothers. Continuity of midwifery care not only improves service quality but also offers a safe, natural, effective, and affordable herbal therapy option for postnatal recovery. Keywords: Continuity of care, Postpartum, Perineal Wounds, Butterfly Pea Tea
Copyrights © 2026