Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) sebagai lembaga pendidikan Islam nonformal memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan meningkatkan literasi keagamaan anak. Namun, banyak TPQ masih menghadapi berbagai tantangan, seperti belum tersusunnya kurikulum yang sistematis, penerapan metode pembelajaran yang masih berpusat pada pengajar, serta keterbatasan kapasitas pedagogik dalam merancang pengalaman belajar yang menarik dan kontekstual. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas ustadz dan ustadzah TPQ Al-Basith Bandung melalui pengembangan kurikulum berbasis Design Thinking. Program ini berfokus pada penguatan kompetensi pendidik dalam menyusun kurikulum dan merancang pembelajaran yang inovatif serta berpusat pada kebutuhan peserta didik. Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif melalui empat tahapan, yaitu identifikasi kebutuhan mitra, pelatihan Design Thinking, pendampingan penyusunan kurikulum, serta evaluasi dan refleksi. Dalam pelatihan, peserta diperkenalkan pada tahapan Design Thinking yang meliputi empathize, define, ideate, prototype, dan test, kemudian didampingi dalam menyusun rencana pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik santri. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, meningkatnya kemampuan dalam menyusun aktivitas pembelajaran yang sistematis dan kontekstual, serta tersusunnya dokumen kurikulum TPQ yang lebih terstruktur. Selain itu, proses pendampingan mendorong terbentuknya budaya kolaborasi dan refleksi di antara para ustadz dan ustadzah. Dengan demikian, pengembangan kurikulum berbasis Design Thinking terbukti mampu meningkatkan kompetensi pedagogik pendidik sekaligus mendukung terciptanya pembelajaran Al-Qur'an yang lebih inovatif, adaptif, dan berkelanjutan di lingkungan pendidikan Islam nonformal.
Copyrights © 2026