Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan layanan konseling multikultural berbasis Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) dalam rangka meningkatkan toleransi siswa di SMP Alfalah Assalam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis Single Subject Research (SSR) menggunakan desain A-B. Subjek penelitian terdiri dari 10 siswa kelas VII dan VIII yang memiliki tingkat toleransi rendah berdasarkan hasil observasi dan rekomendasi guru BK. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi dengan skala penilaian 1–5 yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan intervensi, siswa masih menunjukkan perilaku kurang menghargai pendapat teman, cenderung memilih teman dalam kelompok tertentu, dan kurang mampu menerima perbedaan sosial maupun budaya. Setelah diberikan layanan konseling multikultural berbasis REBT, terjadi peningkatan sikap toleransi siswa yang terlihat dari kemampuan bekerja sama, menghargai pendapat orang lain, menjaga hubungan sosial, dan menghormati perbedaan. Pendekatan REBT membantu siswa mengubah pola pikir negatif menjadi lebih rasional terhadap keberagaman di lingkungan sekolah. Penelitian ini memberikan dampak praktis bagi sekolah mitra berupa peningkatan kemampuan guru BK dalam menerapkan konseling multikultural serta terciptanya lingkungan sekolah yang lebih inklusif dan toleran.
Copyrights © 2026