Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengevaluasi peran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan dalam pencegahan dan penanganan kekerasan di Sekolah Menengah Pertama, serta mengidentifikasi hambatan dan upaya yang dilakukan dalam mengoptimalkan peran tersebut. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian hukum empiris dengan pendekatan socio-legal, yang mengkaji keterkaitan antara norma hukum dan implementasinya di lapangan. Pendekatan yang digunakan meliputi pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus, dengan studi kasus pada peristiwa kekerasan di SMP Negeri 13 Balikpapan. Sumber data terdiri atas data primer melalui wawancara dengan pihak terkait dan data sekunder melalui studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dinas Pendidikan dan Kebudayaan telah melaksanakan perannya melalui pembentukan TPPK, Satgas PPK, serta koordinasi lintas sektor, namun pelaksanaannya belum optimal akibat keterbatasan sumber daya manusia, kurangnya koordinasi, serta rendahnya pemahaman masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kapasitas kelembagaan, peningkatan sosialisasi, serta pengembangan sistem pencegahan berbasis partisipasi masyarakat guna menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif.
Copyrights © 2026