Jurnal Budaya Etnika
Vol. 10 No. 1 (2026): NEGOSIASI BUDAYA DALAM KONTESTASI ZAMAN MODERN

ANTROPOLINGUISTIK PENAMAAN PESANTREN: NEGOSIASI IDENTITAS LOKAL DI PADANG LAWAS

Jalauddin Pulungan (Universitas Sumatera Utara)
Imam Syakbani Nasution (Universitas Sumatera Utara)
Nursukma suri (Program Sarjana Studi Sastra Arab Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara)



Article Info

Publish Date
25 Jun 2026

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan menganalisis pola penamaan pesantren di Kabupaten Padang Lawas dalam perspektif antropolinguistik. Berdasarkan data Badan Silaturahmi Pesantren Padang Lawas, terdapat 40 pesantren berizin operasional dengan total lebih dari 18.000 santri. Pendekatan antropolinguistik dalam penelitian ini menghubungkan aspek kebahasaan dengan kebudayaan masyarakat setempat. Penelitian kualitatif ini mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling, melibatkan 10 pimpinan yayasan pesantren, tokoh masyarakat, dan budayawan lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penamaan pesantren di wilayah ini merefleksikan nilai religius, identitas lokal, dan tradisi sosialbudaya yang kuat. Nama-nama pesantren tersebut tidak hanya berfungsi sebagai identitas pembeda, tetapi juga menjadi media transmisi nilai keagamaan serta kearifan lokal. Kata Kunci: Antropolinguistik, Budaya Lokal, Identitas Lokal, Padang Lawas, Penamaan Pesantren. Abstract: This study aims to analyze the naming patterns of pesantren (Islamic boarding schools) in Padang Lawas Regency from an anthropolinguistic perspective. Data from the Padang Lawas Pesantren Coordinating Body shows that 40 operationally licensed pesantren serve more than 18,000 students. This anthropolinguistic approach connects linguistic elements with the local community's culture. This qualitative research gathered data through interviews, observations, and documentary studies. Informants were selected using a purposive sampling technique, comprising 10 pesantren foundation leaders, community leaders, and local cultural experts. The results demonstrate that pesantren naming in this region reflects strong religious values, local identity, and socio-cultural traditions. These names function not only as distinct markers of identity but also as a medium for transmitting religious values and local wisdom. Keywords: Anthropolinguistics, Local Culture, Local Identity, Padang Lawas, Pesantren Naming

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

etnika

Publisher

Subject

Religion Arts Humanities Social Sciences Other

Description

Jurnal Budaya Etnika merupakan publikasi hasil karya ilmiah yang berkaitan dengan budaya mencakup cipta, karsa, dan karya manusia. Jurnal Budaya Etnika menaruh perhatian pada artikel-artikel hasil kajian mengenai berbagai kebudayaan etnis yang berhubungan dengan seni, religi dan ritual, mitos, ...