Luka gangren terjadi karena lama menderita DM sampai bertahun-tahun yang dapat mengakibatkan terjadinya kerusakan syaraf atau masalah sirkulasi yang serius yang dapat menimbulkan efek pembentukan luka gangren. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lama menderita DM dengan kejadian luka gangren pada penderita DM Di Rumah Sakit Aulia Pekanbaru. Populasi penelitian ini adalah seluruh penderita DM yang datang berobat jalan di Poliklinik penyakit dalam Rumah Sakit Aulia Pekanbaru berjumlah 671 orang. Sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah sebagian penderita DM yang berobat jalan di Ruang Poliklinik Penyakit dalam Rumah Sakit Aulia Pekanbaru yaitu 87 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Alat ukur yang digunakan adalah lembar kuesioner yang diadopsi dari kuesioner peneliti (Masrolan, 2017) sudah uji valid. Nilai Cronbach Alpha yaitu 0,841 yang berarti ≥ 0,60, maka dinyatakan reliabel. Analisis yang digunakan adalah univariat dan bivariat. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 21-30 Januari 2026. Berdasarkan hasil penelitian lama menderita DM dalam kategori berisiko ada sebanyak 53 orang (60,9%) dan mengalami luka gangren ada sebanyak 48 orang (55,2%). Berdasarkan uji statistik dengan uji chi-square diperoleh nilai p value ≤ (0,02) dengan tingkat kepercayaan 95%, maka Ho ditolak yang artinya artinya ada hubungan lama menderita DM dengan kejadian luka gangren pada pasien penderita Diabetes Mellitus di Ruang Poliklinik Penyakit Dalam Rumah Sakit Aulia Pekanbaru. Disarankan penderita DM bisa mengontrol pola makan dan pola hidup sehat dengan cara mengelola asupan karbohidrat, meningkatkan konsumsi serat, serta menjaga berat badan ideal supaya kadar gula darahnya bisa terkontrol.
Copyrights © 2026